<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Gappala 14 Jakarta</title>
	<atom:link href="http://gappala14.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gappala14.wordpress.com</link>
	<description>Komunitas Pendaki  Gunung Jakarta</description>
	<lastBuildDate>Mon, 28 Nov 2011 06:31:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='gappala14.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Gappala 14 Jakarta</title>
		<link>http://gappala14.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://gappala14.wordpress.com/osd.xml" title="Gappala 14 Jakarta" />
	<atom:link rel='hub' href='http://gappala14.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Menyelamatkan habitat KOMODO bukan dengan mengkomersialkannya</title>
		<link>http://gappala14.wordpress.com/2011/11/28/menyelamatkan-habitat-komodo-bukan-dengan-mengkomersialkannya/</link>
		<comments>http://gappala14.wordpress.com/2011/11/28/menyelamatkan-habitat-komodo-bukan-dengan-mengkomersialkannya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Nov 2011 06:31:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>komunitaspetualang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gappala14.wordpress.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[Emosional dan jauh dari pemikiran yang kritis Perlombaan opini terjadi dengan menisbikan berbagai fakta yang harusnya menjadi perhatian ketika berkampanye tentang penyelamatan komodo Varanus komodoensis yang oleh masyarkat lokal di sebut Ora.  Himbauan untuk memberika dukungan yang disuarakan akhir-akhir ini sudah jauh dari rasionalitas, penuh dengan emosional.  Bahkan tidak segan-segan kelompok pendukung menuduh yang tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gappala14.wordpress.com&amp;blog=27514649&amp;post=53&amp;subd=gappala14&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p><strong>Emosional dan jauh dari pemikiran yang kritis</strong></p>
<p>Perlombaan opini terjadi dengan menisbikan berbagai fakta yang harusnya menjadi perhatian ketika berkampanye tentang penyelamatan komodo Varanus komodoensis yang oleh masyarkat lokal di sebut Ora.  Himbauan untuk memberika dukungan yang disuarakan akhir-akhir ini sudah jauh dari rasionalitas, penuh dengan emosional.  Bahkan tidak segan-segan kelompok pendukung menuduh yang tidak mau mendukung sebagai kelompok yang Tidak memiliki Rasa Nasionalisme.<span id="more-53"></span></p>
<p>Penulis melihat bahwa polemik ini berkenaan dengan beberapa hal, pertama kelompok pendukung sendiri yang tidak transparan dan rasional dalam menggalang dukungannya, kedua terkait lembaga atau Yayasan New 7 Wonder sendiri yang kontroversional sehingga banyak pendapat yang menyatakan sangat memalukan bagi Indonesia sebagai sebuah bangsa kalau sampai dibodohi oleh sebuah yayasan kecil yang tidak memiliki kredibilitas, ketiga terkait dengan keberadaan Taman Nasional Komodo sendiri yang dikelola oleh perusahaan swasta patungan antara sebuah lembaga konservasi TNC dengan pengusaha keturunan Malaysia.</p>
<p>Taman Nasional Komodo yang saat ini dikelola swasta yaitu PT Putri Naga Komodo, memiliki berbagai persoalan yang mengemuka saat model konservasi yang fasis diterapkan oleh pengelola dipadu dengan paradigma corporasi yang mengedepankan profit, menjadikan kawasan disana sangat tidak ramah terhadap masyarakat atau nelayan lokal.  Masyarakat kecil atau nelayan lokal selalu menjadi kambing hitam dan mendapatkan berbagai tuduhan negatif, sementara kalau dilihat betapa masifnya industri ekstraktif di sekitar kawasan tersebut malah tidak tersentuh sama sekali, keberlanjutan kawasan tersebut seakan-akan tidak terganggu oleh kerusakan ekosistem sekitar kawasan yang rusak atau terdampak akibat pertambangan.</p>
<p>Wilayah perairan di sekitar Pulau Komodo dikenal oleh masyarakat lokal sebagai wilayah dengan limpahan sumberdaya laut yang merupakan berkat bagi masyarakat disana, sejak ditetapkan sebagai Taman Nasional, cerita di perairan sekitar pulau Komodo jadi berbeda, semisal di tahun 2001 ketika 2 korban jiwa tewas diberondong timah panas aparat TNI, Polri dan keamanan taman nasional komodo.  Belum lagi cerita tentang maraknya ijin-ijin tambang yang tentu memberikan dampak negatif terhadap perariran tersebut.  Kenyataan ini tentu tidak harus disikapi dengan mempertentangkan mereka yang menolak privatisasi Taman Nasional dengan yang mendukung komodo sebagai satwa yang patut dilindungi melalui kontes 7 keajaiban dunia.</p>
<p>Pemberian ijin pertambangan emas kepada PT Grand Nusantara di Batu Gosok di Kabupaten Manggarai Barat yang berbatasan langsung dengan Taman Nasional Komodo jelas sekali akan berdampak pada ekosistem dimana komodo hidup, namun permasalahan ini tidak menjadi konsern para pendukung vote komodo yang lebih banyak mempersoalkan kurangnya dukungan dan mempolitisasi rasa nasionalisme.  Hal ini tentu saja menjadi kontra produktif dengan ide-ide menyelamatkan lingkungan demi keberlanjutan kehidupan komodo dikawasan tersebut.  Dilain pihak, Taman Nasional Komodo dikelola oleh perusahaan swasta PT Putri Naga Komodo, apabila disebutkan bahwa komodo disana terancam punah akibat lingkungannya yang terdegredasi, maka sudah selayaknyalah perusahaan swasta pengelola kawasan tersebut menjadi pihak yang paling bertanggung jawab atas kemerosotan lingkungan dan populasi komodo.  Hal tersebut seakan-akan luput dari pandangan Panitia Pemenangan Komodo, bahwa walaupun yang di sertakan dalam kontes itu adalah Pulau Komodo, memang tidak akan lepas dari Komodo sebagai hewan yang hidup disana dan Pulau Komodo sebagai habitat bagi hewan tersebut.</p>
<p>Kabar terakhir yang mengungkap bahwa yayasan New 7 wonders of the world tersebut penuh dengan kontroversi, bahkan kedutaan besar Indonesia di Swiss sendiri menyatakan bahwa yayasan tersebut “abal-abal”.  Dalam konteks ini tentu Panitia pemenangan komodo dalam kontes yang dilaksanakan oleh yayasan tersebut harus menjelaskannya kepada publik secara jujur dan jelas, bagaimana proses “perkenalan” mereka terhadap yayasan tersebut dan atas dasar apa pernyataan mereka bahwa yayasan tersebut berada di atas UNESCO.  Ini sangat dibutuhkan agar publik tidak merasa dikibuli atas promosi yang mereka lakukan.  Panitia dan “juru bicaranya” juga harus mampu menjelaskan kepada publik, kemana larinya uang publik yang sempat diambil ketika memberikan dukungan.</p>
<p>Disisi lain, kelompok pendukung pemenangan terkesan menisbikan kerja-kerja Kementerian Pariwisata pada awalnya bahkan terkesan mendiskreditkan pemerintah yang mencoba mencari kejelasan tentang status yayasan new 7 wonder, ini menjadi pertanyaan yang cukup mengganggu, mengapa upaya pemerintah untuk melakukan investigasi atau mencari tau lebih dalam tentang yayasan tersebut justru dipermasalahkan oleh kelompok pendukung, bahkan dalam salah satu dialog di televisi swasta, seorang politisi yang anggota parlemen dengan gagah perkasa memojokan kementerian pariwisata.</p>
<p>Berikutnya ketika berkilah atas nama penyelamatan komodo dan habitatnya, maka penting untuk melakukan penyelamatan kawasan tersebut termasuk tidak memberikan satu ijin tambangpun di kawasan tersebut untuk menjaga kelestarian dari kawasan tersebut, ketimbang meributkan dukungan yang kurang dan perlu banyak lagi SMS, lebih baik para duta-duta komodo berkampanye tentang penyelamatan kawasan taman nasional komodo, melakukan pengelolaan, pelestarian dan penyelamatan kawasan bersama-sama masyarakat lokal bukan “memprivatisasi” taman nasional tersebut dan meminggirkan masyarakat setempat.  Pelajaran paling berharga dari peristiwa ini adalah, bahwa masyarakat lokal jauh lebih mengerti tentang permasalahan kondisi lingkungan disana itu sebabnya penolakan terhadap upaya eksploitasi tambang di kawasan tersebut di dilakukan oleh masyarakat lokal, berbeda dengan sikap Balai Tanam Nasional Komodo yang tidak berani secara tegas menolak keberadaan tambang yang bertetangga dengan Taman nasional Komodo, begitu juga dengan perusahaan pengelola yang sama sekali tidak peduli dengan kondisi kawasan tersebut bahkan dalam kasus new 7 wonders of the world ini pun perusahaan tersebut tidak melakukan apa-apa.  Artinya tidak ada gunanya mereka ada disana kalau hanya mengejar profit tanpa memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan kawasan dan lingkungan di Manggarai Barat.  Perlindungan terhadap komodo tentu tidak dengan secara buta memproteksi Taman Nasional Komodo namun membiarkan kerusakan terjadi disekelilingnya.  Perlindungan ruang hidup bagi satwa tersebut semestinya komprehensif dan pola serta model pembangunan kawasan tersebut harus terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat serta daerah tersebut.</p>
<p><strong>Model baru eksploitasi lingkungan.?</strong></p>
<p>Dari kejadian hiruk pikuk yang terjadi diseputar kontroversi yayasan new 7 wonders of the world, berdebatan tentang nasionalisme, pembelaan membabi buta terhadap pentingnya memilih komodo serta ketidakjelasan kontes tanding 7 keajaiban baru di dunia ini terkesan sarat dengan kepentingan untuk mengakumulasi keuntungan semata dimana hampir semua lini terkait permasalahan ini menjurus pada upaya pengerukan keuntungan dengan menggunakan komodo sebagai maskot atau merek dagangnya.  Tentu saja kita semua tidak sepakat apabila upaya tulus banyak pihak dalam menyelamatkan lingkungan dan satwa langka di Indonesia ini dijadikan sarana baru para pengeruk keuntungan dan mengkapitalisasinya demi keuntungan pribadi atau kelompok tertentu.</p>
<p>Penyelamatan dan pelestarian lingkungan bukan dengan memprivatisasi kawasan tersebut, karena prinsip utama dari privatisasi dan kerja sebuah korporasi adalah mengejar profit bukan menyelamatkan dan sudah merupakan hukum alam, bahwa lingkup sebuah ekosistem terdiri dari berbagai unsur yang merupakan bagian dari rantai kehidupan disuatu tempat, termasuk diantaranya adalah masyarakat lokal yang memahami betul konteks lokalitas serta kondisi geofisik kawasan tersebut.  Melakukan dukungan terhadap kontes new 7 wonders of the world tanpa rasionalitas, apalagi dibarengi dengan nasionalisme semu bukan jawaban untuk menyelamatkan komodo dan habitatnya dari kepunahan dan kerusakan tetapi justru akan mempertaruhkan harga diri bangsa serta memperburuk keadaan.</p>
<p>Penulis memberikan dukungan kepada pemerintah Indonesia untuk terus melanjutkan penelisikan dan penuntutan terhadap yayasan new 7 wonders. Tanggal 11 November 2011 adalah batas dari waktu pengiriman dukungan, namun perlindungan dan penyelamatan lingkungan tidak pernah berbatas waktu.  Menjadikan Satwa Endemik langka sebagaimana Komodo sebagai “jualan” dengan alasan profit sangat jauh berbeda pengertiannya dengan memberikan dukungan untuk penyelamatan dan pelestarian Komodo.  Alasan bahwa dengan terpromosikannya Komodo maka tingkat kedatangan wisatawan semakin tinggi adalah alasan untuk komersialisasi bukan alasan untuk pelestarian Komodo.  Selanjutnya mari melestarikan keberadaan komodo dan lingkungannya dengan sesegera mungkin melakukan pemulihan kawasan habitat komodo.  Selamatkan Komodo, Pulihkan Manggarai Barat, Pulihkan Indonesia.http://www.walhi.or.id/id/kampanye-dan-advokasi/tematik/hutan/1624-menyelamatkan-habitat-komodo-bukan-dengan-mengkomersialkannya.html</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gappala14.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gappala14.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gappala14.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gappala14.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gappala14.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gappala14.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gappala14.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gappala14.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gappala14.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gappala14.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gappala14.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gappala14.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gappala14.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gappala14.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gappala14.wordpress.com&amp;blog=27514649&amp;post=53&amp;subd=gappala14&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gappala14.wordpress.com/2011/11/28/menyelamatkan-habitat-komodo-bukan-dengan-mengkomersialkannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8af3e5fa2c6a7db9b50f8af0d35bd6d5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">komunitaspetualang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gunung Salak memiliki 7 (tujuh) puncak</title>
		<link>http://gappala14.wordpress.com/2011/11/07/gunung-salak-memiliki-7-tujuh-puncak/</link>
		<comments>http://gappala14.wordpress.com/2011/11/07/gunung-salak-memiliki-7-tujuh-puncak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Nov 2011 06:21:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>komunitaspetualang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gappala14.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Gunung Salak memiliki 7 (tujuh) puncak yang merupakan sisa letusan ribuan tahun lampau. Sampai sekarang puncak yang sering dijelajahi pendaki hanya 2 puncak saja, yaitu Puncak I (2.211 mdpl) dan Puncak II (2.098), karena sulitnya medan dan gunung ini tidak terlalu popular dikalangan para pendaki. Dibandingkan gunung terdekatnya, G.Gede dan G.Pangrango, G.Salak jarang sekali didaki [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gappala14.wordpress.com&amp;blog=27514649&amp;post=51&amp;subd=gappala14&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gunung Salak memiliki 7 (tujuh) puncak yang merupakan sisa letusan ribuan tahun lampau. Sampai sekarang puncak yang sering dijelajahi pendaki hanya 2 puncak saja, yaitu Puncak I (2.211 mdpl) dan Puncak II (2.098), karena sulitnya medan dan gunung ini tidak terlalu popular dikalangan para pendaki.<span id="more-51"></span></p>
<p>Dibandingkan gunung terdekatnya, G.Gede dan G.Pangrango, G.Salak jarang sekali didaki kecuali untuk acara pelantikan ataupun pelatihan. Dua puncak ini dapat ditelusuri dari beberapa jalur pendakian. Untuk Puncak I, kita dapat awali dari Terminal Baranangsiang, Bogor lalu disambung bus ke arah Sukabumi. Kurang lebih 40 Km dari Bogor, tepatnya di Cimelati, kecamatan Cicurug, kita turun dan diteruskan ke Gg. Buntu dengan menumpang ojek atau sejenisnya. Gunung ini memiliki kontur yang sama sebagaimana tekstur geologi gunung berapi umumnya, sehingga ada punggungan dan lembah yang beraturan. Punggungan yang terdekat mencapai puncak Salak I adalah lewat Cimelati ini. Kurang lebih 4-5 jam kita dapat mencapainya. Jalan setapak yang dilalui sangat rimbun, apalagi binatang melata dan mamalia seperti ular, monyet serta burung Elang Jawa-pun yang langka dapat kita jumpai di gunung ini. Hanya saja saat ini, keragaman hayati G. Salak yang eksotis ini sudah mulai terganggu dengan adanya penebangan dan perburuan liar. Saat favorit untuk pendakian adalah pada musim hujan, dimana persediaan air berlimpah dan suasana hutan yang lembab. Apabila musim paceklik air sulit sekali diperoleh, karena sungai sangat minim air. Jalur Cimelati ini juga memiliki 3 buah air terjun yang sangat indah dan hanya dapat dinikmati pada musim penghujan saja</p>
<p>Untuk kembali turun, puncak Salak I memiliki beberapa jalur alternatif yaitu menuju Cidahu yang dapat memakan waktu 6-7 jam, jalur Ciawi sekitar 7 jam perjalanan atau kembali ke Cimelati dengan hanya 2-3 jam saja. Perlu diketahui, jalur-jalur ini memiliki keunikan tersendiri, tumbuh-tumbuhan dan hewan yang ditemui berbeda berdasar elevasi dataran, sehingga dapat memperkaya khasanah pengetahuan kita. Puncak Salak II dapat didaki yang paling terdekat adalah lewat daerah Curug Nangka, Ciapus. Dari puncak ini kitapun dapat menuju Puncak I yang jalurnya cukup menantang, karena kita melewati beberapa jurang dan lembah. ( By : Everest Website)</p>
<p>Data Pengirim : Gappala14 Date:12/2/2002</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gappala14.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gappala14.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gappala14.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gappala14.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gappala14.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gappala14.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gappala14.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gappala14.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gappala14.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gappala14.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gappala14.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gappala14.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gappala14.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gappala14.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gappala14.wordpress.com&amp;blog=27514649&amp;post=51&amp;subd=gappala14&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gappala14.wordpress.com/2011/11/07/gunung-salak-memiliki-7-tujuh-puncak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8af3e5fa2c6a7db9b50f8af0d35bd6d5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">komunitaspetualang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gunung Papandayan</title>
		<link>http://gappala14.wordpress.com/2011/11/07/gunung-papandayan/</link>
		<comments>http://gappala14.wordpress.com/2011/11/07/gunung-papandayan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Nov 2011 06:20:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>komunitaspetualang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gappala14.wordpress.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Lokasi : Cikajang Garut Jawa Barat Menuju Lokasi : Untuk mencapai lokasi kita bisa dari terminal garut menuju cikajang dengan naik omprengan angkot. selanjutnya perjalan dpt dilanjutkan dgn naik ojek menuju pos PHPA G. Papandayan Tempat yang menarik lainnya yaitus Pondok Salada yg terletak di punggung Gunung Papandayan Garut Jabar, suasana yang tersaji disana cukup [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gappala14.wordpress.com&amp;blog=27514649&amp;post=49&amp;subd=gappala14&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lokasi : Cikajang Garut Jawa Barat<br />
Menuju Lokasi : Untuk mencapai lokasi kita bisa dari terminal garut menuju cikajang dengan naik omprengan angkot. selanjutnya perjalan dpt dilanjutkan dgn naik ojek menuju pos PHPA G. Papandayan</p>
<p>Tempat yang menarik lainnya yaitus Pondok Salada yg terletak di punggung Gunung Papandayan Garut Jabar, suasana yang tersaji disana cukup menantang bagi kita yang hobi mendaki juga hobi kemping nah !!! asik khan Untuk mencapai lokasi kita bisa dari terminal garut menuju cikajang dengan naik omprengan angkot.<br />
<span id="more-49"></span><br />
selanjutnya perjalan dpt dilanjutkan dgn naik ojek menuju pos PHPA G. Papandayan. dan bila ingin mendaki hingga puncak kamu2 harus lapor ke Perhutani G. papandayan dan PHPA g. Papandayan tapi &#8230;kalau hanya sekedar kemping di Pondok Salada tinggal daftar di Pos PHPA saja. Tapi untuk jalur lainnya adalah pilihan lain antara lain:</p>
<p>1. Rute Cikajang atau dari arah Barat laut dari desa Sedep-pengalengan. Rute ini tergolong mudah dan paling dekat , bahkan dapat dilewati kendaraan roda empat sampai batas kawah.</p>
<p>2. Rute dari desa sukatani kecamatan Cisurupan-Garut di sebelah timur, jalur ini merupakan jalur utama menuju puncak papandayan, rute ini tergolong sulit dan berat, karena medannya agak terjal, dan julurnya agak sukar dan terkadang sudah tertutup ilalang, memang rute lewat sukatani ini jarang di pilih karena terjal dan membutuhkan tenaga ekstra.</p>
<p>3. Rute yang terakhir adalah lewat tenggara dari desa kramat wangi yg masih termasuk kecapatan cisurupan, nah pada rute ini bisa dibilang rute yg gampang-gampang susah, dan banyak juga para pendaki yg melawati rute ini, karena hutannya pun tidak padat dan jalannya pun agak bervariasi pokoknya agak enak dech.</p>
<p>Gunung papandayan sendiri merupakan suatu gugusan pegunungan yg memanjang dari Cikajang &#8211; Pengalengan. Ada 6 Puncak berderet dalam rangkaian G. papandayan yaitu Puncak-puncak :<br />
1. Puncak Nagklak 2496 mdpl<br />
2. Puncak Welirang 2229 mdpl<br />
3. Puncak Puntang 2560 mdpl<br />
4. Puncak Papandayan 2662 mdpl<br />
5. Puncak Masigit 2662 mdpl<br />
6. Puncak Pasir malang 2665 mdpl</p>
<p>Suasana nya cukup nyaman dan sejuk kerena pondok salada berada di ketinggian lebih dari 2000 mdpl, selain itu juga kita akan di sajikan kawah cantik di sana, dan yg memiliki nilai lebih nya bila kita kemping di Pdk salada adalah kita akan menemukan Pohon Edelwise yang cantik. pokoknya nggak bakal nyesel dech.<br />
Ditulis oleh : Yan from Padjadjaran Nasional Jakarta</p>
<p>Kiriman dari : Gappala14<br />
Data Pengirim : Gappala14 Date:12/2/2002</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gappala14.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gappala14.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gappala14.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gappala14.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gappala14.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gappala14.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gappala14.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gappala14.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gappala14.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gappala14.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gappala14.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gappala14.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gappala14.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gappala14.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gappala14.wordpress.com&amp;blog=27514649&amp;post=49&amp;subd=gappala14&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gappala14.wordpress.com/2011/11/07/gunung-papandayan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8af3e5fa2c6a7db9b50f8af0d35bd6d5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">komunitaspetualang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perlengkapan jalan (untuk medan hutan gunung)</title>
		<link>http://gappala14.wordpress.com/2011/11/04/perlengkapan-jalan-untuk-medan-hutan-gunung/</link>
		<comments>http://gappala14.wordpress.com/2011/11/04/perlengkapan-jalan-untuk-medan-hutan-gunung/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Nov 2011 13:35:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>komunitaspetualang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gappala14.wordpress.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Yanweka dan Ucha Gappala14-Cipinang &#124; http://gappala.or.id 1. Sepatu Melindungi tapak kaki sampai mata kaki · Kulit tebal tidak mudah sobek bila kena duri. · Keras bagian depannya, untuk melindungi ujung jari kaki apabila terbentur batu. · Bentuk sol bawahnya dapat menggigit ke segala arah dan cukup kaku · Ada lubang ventilasi bersekat halus. 2. Kaos kaki · [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gappala14.wordpress.com&amp;blog=27514649&amp;post=47&amp;subd=gappala14&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong></p>
<p><strong>Yanweka dan Ucha Gappala14-Cipinang</strong> | http://gappala.or.id</p>
<p>1. Sepatu<br />
Melindungi tapak kaki sampai mata kaki · Kulit tebal tidak mudah sobek bila kena duri. · Keras bagian depannya, untuk melindungi ujung jari kaki apabila terbentur batu. · Bentuk sol bawahnya dapat menggigit ke segala arah dan cukup kaku · Ada lubang ventilasi bersekat halus.<br />
<span id="more-47"></span><br />
2. Kaos kaki · Menyerap keringat · Menghindari lecet pada kaki</p>
<p>3. Celana lapangan · Kuat, lembut, ringan, praktis · Tidak menggangu gerakan kaki · Terbuat dari bahan yang menyerap keringat · Mudah kering, bila basah tidak menambah berat</p>
<p>4. Baju Lapangan · Melindungi tubuh dari kondisi sekitar · Kuat, ringan, tidak menggangu pergerakan · Terbuat dari bahan yang menyerap keringat · Praktis, mudah kering</p>
<p>5. Topi lapangan · Melindungi kepala dari kemungkinan cidera akibat duri · Melindungi kepala dari curahan hujan, terutama kepala bagian belakang · Kuat dan tidak mudah robek</p>
<p>6. Sarung tangan Sebaiknya terbuat dari kulit, tidak kaku dan tidak menghalangi pergerakan</p>
<p>7. Ikat pinggang Terbuat dari bahan yang kuat, dengan kepala yang tidak terlalu besar tapi teguh. Kegunaan ikat pinggang selain menjaga agar celana tidak melorot juga untuk meletakkan alat-alat yang perlu cepat dijangkau , seperti pisau pinggang, tempat air minum dll.</p>
<p>8. Ransel (carrier) Ringan, kuat, sesuai dengan kebutuhan dan keadaan medan, nyaman dipakai dan praktis.</p>
<p>9. Peralatan navigasi Kompas, peta, penggaris, busur derajat, pensil dll.</p>
<p>10. Lampu senter · Water proof dan dilapisi karet · Bola lampu dan batery cadangan</p>
<p>11. Peluit</p>
<p>12. Pisau · Pisau saku serba guna · Pisau pinggang · Golok tebas</p>
<p>13. Perlengkapan tidur :</p>
<p>* 1. Satu set pakaian tidur<br />
* 2. Kaus kaki untuk tidur<br />
* 3. Sleeping bag<br />
* 4. Matras<br />
* 5. Tenda/ ponco/ plastik untuk bivak</p>
<p>14. Perlengkapan masak dan makan :</p>
<p>* 1. Alat masak lapangan (misting)<br />
* 2. Alat bantu makan lainnya (sendok, piring, dll)<br />
* 3. Alat pembuat api (lilin, spirtus, parafin, dll)</p>
<p>Sumber : Diktat DIKSAR Gappala14 di G. Salak</p>
<p>http://gappala.or.id</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gappala14.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gappala14.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gappala14.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gappala14.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gappala14.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gappala14.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gappala14.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gappala14.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gappala14.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gappala14.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gappala14.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gappala14.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gappala14.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gappala14.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gappala14.wordpress.com&amp;blog=27514649&amp;post=47&amp;subd=gappala14&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gappala14.wordpress.com/2011/11/04/perlengkapan-jalan-untuk-medan-hutan-gunung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8af3e5fa2c6a7db9b50f8af0d35bd6d5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">komunitaspetualang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal Pusat Budaya Betawi di Setu Babakan</title>
		<link>http://gappala14.wordpress.com/2011/11/04/mengenal-pusat-budaya-betawi-di-setu-babakan/</link>
		<comments>http://gappala14.wordpress.com/2011/11/04/mengenal-pusat-budaya-betawi-di-setu-babakan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Nov 2011 02:18:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>komunitaspetualang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gappala14.wordpress.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Setu Babakan yang terletak di Selatan Jakarta, lebih tepatnya berlokasi di wilayah Kelurahan srengseng sawah, Kecamatan Jagakarsa Jakarta selatan ini, menyimpan satu object wisata budaya yang sangat menarik berupa Perkampungan Budaya Betawi, dan oleh pemerintah DKI Jakarta,dijadikan Cagar Budaya Betawi yang menyimpan keistimewaan khususnya bagi warga Jakarta untuk melihat dari dekat berbagai kesenian dan budaya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gappala14.wordpress.com&amp;blog=27514649&amp;post=45&amp;subd=gappala14&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setu Babakan yang terletak di Selatan Jakarta, lebih tepatnya berlokasi di wilayah Kelurahan srengseng sawah, Kecamatan Jagakarsa Jakarta selatan ini, menyimpan satu object wisata budaya yang sangat menarik berupa Perkampungan Budaya Betawi, dan oleh pemerintah DKI Jakarta,dijadikan Cagar Budaya Betawi yang menyimpan keistimewaan khususnya bagi warga Jakarta untuk melihat dari dekat berbagai kesenian dan budaya betawi yang ada hingga saat ini.</p>
<p>Secara tidak langsung Pusat Budaya Betawi di Setu Babakan tidak ada hubungan langsung dengan dunia persilatan, namun bila menghitung waktu pada masa lalu, betawi dikenal dengan Jawaran dan pendekar yang tangguh, seperti tokoh logendaris Si Pitung. dan aliran-aliran pencak silat seperti aliran Kwitang, aliran Tanah Abang, aliran Kemayoran dan sebagainya</p>
<p><span id="more-45"></span></p>
<p>Pusat Budaya Betawi (PBB) Setu Babakan sesungguhnya menyimpan potensi bagi generasi muda untuk mengenal berbagai peninggalan berupa seni dan budaya yanghingga saat ini tetap dilestarikan, salah satunya adalah pencak silat betawi, namun penulis tidak sempat melihat secara langsung pangelaran / pertunjukan pencak silat seni yang di sajikan pada waktu itu. Namun semoga tulisan berikut memberikan inspirasi bagi pecinta Pencak silat untuk lebih dekat sejauh mana pencak silat betawi menjadi salah satu bagian seni danbudaya yang ikut di lestarikan keberadaanya.</p>
<p>Seperti Suku-suku lainnya di Tanah Air, seni dan budaya merupakan warisan leluhur mereka yang diturunkan bagi generasi selanjutnya untuk dilestarikan, begitu pula dengan Suku Batawi atau lebih dikenal sebagai orang Jakarte ini, juga tidak ketinggalan ikut serta dalam melestarikan budaya mereka khusunya di Tanah Kelahirannya.</p>
<p>Orang Betawi merupakan penduduk asli di kota Jakarta ini, dan dari sudut pandang keberadaanya memang sedikit berbeda dengan suku-suku lainnya, perbedaan yang paling mencolok adalah mereka berada di kawasan Ibu Kota Jakarta dimana beragam orang dari berbagai suku dan latar belakang pendidikan yang berbeda mendiami Kota Jakarta. wajarlah kota Jakarta tidak hanya dimilki oleh budaya betawi saja, namun masih banyak budaya para pendatang yang ikut menyemarakkan Ibu Kota.</p>
<p>Namun Sebagai Penduduk Jakarta, kita dapat melihat sedikit memudarnya budaya betawi ini di tengah-tengah lingkungan kehidupan metropolitan jakarta, sehingga kegiatan bisnis dan ekonomi mewarnai kesibukkan kota ini dan sedikit melupakan kebudayaan penduduk asli yang pernah mendiami puluhan tahun lamanya.</p>
<p>Salah satu Pusat Budaya Betawi Setu Babakan di selatan Jakarta ini menunjukkan bahwa pemerintah Khususnya DKI Jakarta sangat peduli dengan Akar Budaya betawi agar tetap dikenal dan dilestarikan di tengah-tengah pembangunan kota dan kesibukaan warganya.</p>
<p>Mungkin bagi sebagian warga Jakarta hendaknya sedikit menyempatkan diri untuk berkunjung untuk mengenal seperti apa Budaya betawi dalam bentuk tempat tinggal, adat Istiadat hingga kesenian yang mungkin kita belum kenal secara menyeluruh.</p>
<p>Lokasi ini cukup mudah dijangkau dengan kendaraan umum maupun pribadi, terletak di kawasan Setu babakan yang berudara cukup sejuk karena masih banyak pohon rindang yang tetap dipertahankan sebagai daerah hijau, apalagi terdapat danau sebagai resapan air dan juga berfungsi sebagai objek wisata khususnya memancing atau naik perahu getek ketengah-tengah danau Setu babakan ini</p>
<p>Bangunan khas betawi yang unik dapat kita lihat dikawasan ini, malah Rencananya akan dibangun sebanyak 300 rumah di Perkampungan Setu Babakan yang bernuansa Betawi dan saat ini sudah ada 75 bangunan di tanah seluas 200 Ha peruntukan berupa bangunan yang menunjukkan nuansa dan ciri khas Betawi</p>
<p>Selain itu bagi pengunjung dapat menikmati sajian tarian dan kesenian melalui sebuah panggung yang memperagakan berbagai kesenian khas betawi yang biasanya dilaksanakan pada hari libur oleh penari-penari cilik dikawasan konservasi budaya betawi ini antara lain kesenian tari, musik tanjidor, ondel-ondel, lenong, gambang kromong dan tentunya salah satunya adalah pencak silat seni, atau Tari Betawi yang sepenuhnya merupakan aneka gerak pencak silat disebut tari silat. Tari ini ada yang diiringi tabuhan khusus yang disebut gendang pencak. Iringan lainnya yang juga bisa digunakan ialah garnbang kromong, gamelan topeng dan lain-lain. Di kalangan masyarakat Betawi terdapat berbagai aliran silat seperti aliran Kwitang, aliran Tanah Abang, aliran Kemayoran dan sebagainya. Gaya-gaya tari silat yang terkenal antara lain gaya seray, gaya pecut, gaya rompas dan gaya bandul. Tari silat Betawi menunjukkan aliran atau gaya yang diikuti penarinya masing-masing</p>
<p>Pada hari minggu bulan Juli 2005, dikawasan Cagar Budaya Betawi Setu Babakan dipenuhi pengunjung yang datang baik menggunakan sepada motor yang hanya dikenakan biaya masuk sebasar Rp. 1000 / motor satu kali masuk hingga pejalan kaki. Kendaraan anda dapat diparkir di tepian danau (setu) sambil menikmati pemandangan yang indah dan andapun juga dapat menikmati aneka jajanan yang cukup banyak bisa kita temui di warung-warung maupun abang-abang pikul yang menjual aneka makanan khas betawi seperti kerak telor, cendol, hingga makanan lainnya yang biasa kita lihat sehari-hari.</p>
<p>Bagi anda yang belum menyempatkan diri mengunjungi kawasan cagar budaya ini, silahkan kunjungi dan kenali salah satu budaya di Tanah air di Pusat Kota Jakarta, alamat lengkapnya yaitu di Pusat Perkampungan Betawi Setu Babakan, Srengseng sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. dan tentunya saya yakin anda tak asing lagi dengan daerah tersebut.(yanweka)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gappala14.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gappala14.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gappala14.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gappala14.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gappala14.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gappala14.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gappala14.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gappala14.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gappala14.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gappala14.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gappala14.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gappala14.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gappala14.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gappala14.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gappala14.wordpress.com&amp;blog=27514649&amp;post=45&amp;subd=gappala14&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gappala14.wordpress.com/2011/11/04/mengenal-pusat-budaya-betawi-di-setu-babakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8af3e5fa2c6a7db9b50f8af0d35bd6d5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">komunitaspetualang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pendakian Sumbing 6 – 10 Desember 2002</title>
		<link>http://gappala14.wordpress.com/2011/11/04/pendakian-sumbing-6-%e2%80%93-10-desember-2002/</link>
		<comments>http://gappala14.wordpress.com/2011/11/04/pendakian-sumbing-6-%e2%80%93-10-desember-2002/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Nov 2011 02:14:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>komunitaspetualang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gappala14.wordpress.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Pendakian Sumbing 6 – 10 Desember 2002 Dituliskan Oleh : YanWeKa (Anggota Gappala14 Jakarta) Gunung sumbing bagi sebagian orang mungkin bukan suatu medan pendakian yang menarik – bukan merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah apalagi di Pulau Jawa, dan juga bukan gunung api yang sering mengeluarkan wedus Gembel seperti layaknya Gunung Merapi di di Jogjakarta. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gappala14.wordpress.com&amp;blog=27514649&amp;post=43&amp;subd=gappala14&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pendakian Sumbing 6 – 10 Desember 2002<br />
Dituliskan Oleh : YanWeKa (Anggota Gappala14 Jakarta)</p>
<p>Gunung sumbing bagi sebagian orang mungkin bukan suatu medan pendakian yang menarik – bukan merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah apalagi di Pulau Jawa, dan juga bukan gunung api yang sering mengeluarkan wedus Gembel seperti layaknya Gunung Merapi di di Jogjakarta. Namun tantangan Sumbing dengan udara dan angin yang bertiup kencang membuat kami merasa tertantang dengan kondisi alam tsb.</p>
<p><span id="more-43"></span><br />
PERJALANAN</p>
<p>Perjalanan kami awali dari posko Garung (KM Pertama) dengan berjalan kaki sekitar satu jam melawati perkampungan penduduk, saat itu bertepatan dengan lebaran Idul Fitri tahun 2002. sehingga suasana kampong agak sedikit semarak dengan penduduk yang  cukup ramah.</p>
<p>1 jam perjalanan sudah kami lewati, kami pun memasuki kawasan Perkebunan berupa lahan pertanian, dari kebun ini aneka hasil perkebunan berupa  Kol, Wortel, Ubi, Mentimun, Jagung, selada, kangkung, talas, dll  bisa kita lihat sepanjang perjalanan dengan catatan perjalanan hari siang hari.</p>
<p>Perjalanan sengaja kami lakukan pada malam hari agar bisa menghemat Air yang dibawa dari posko. Jalan aspal yang kita lewati semenjak di desa garung berubah menjadi jalan berbatu, membuat perjalan kami dalam mengikuti rute ini cukup lancar, tidak terasa berat dan tidak takut salah jalan.</p>
<p>2 Jam perjalanan akhirnya batu – batu kerikil mulai menghilang digantikan jalan tanah yang kondisinya juga termasuk rapih dan tidak becek.  Pada ketinggian sekitar 1600 Mdpl atau pada KM II mulai terlihat cahaya lampu dibawah sana, dimana kota Wonosobo terlihat sangat jelas, begitupula dengan kota Temanggung juga terlihat  dengan warna yang Indah.</p>
<p>Sudah 3 jam berjalan menelusuri tanah liat yang bercampur akar pohon disana sini dan posisi kami saat ini berada tidak jauh dari sungai yang membelah jalan setapak kami, Kawasan ini dikenal sebagai kawasan BOSWISEN atau perbatasan antara Ladang Petani dengan Hutan Pinus pada KM III. Jalur di kawasan ini tanah berpasir, tapi cukup enak dilalui dan  senangnya lagi jalur belum menanjak tinggi J</p>
<p>Kami beristirahat untuk cuci muka dan minum air hangat yang dibawa dari desa garung sebagai hadiah dari ibu-ibu diposko yang memberikan teh dengan aroma yang cukup khas, Teh celup Khas Sumbing, kami sebut begitu, rasanya pahit-pahit enak gitu dech.</p>
<p>Perjalanan selanjutnya adalah mencari Pos Gatakan pada ketinggian 2240 mdpl, katanya sih terdapat mata air yang dapat digunakan untuk mengisi persedian air minum, apalagi di atas sana sudah tidak ada mata air, sehingga persedian air bersih harus dipersiapkan mulai dari pos gatakan ini.</p>
<p>Pos Gatakan atau di KM III tepat pada ketinggain 2240 dpl, dimana pada area ini terdapat tempat berkemah dan mencari Persediaan air. Waktu yag kami tempuh hampir 2 jam dari pos Boswisen. Kondisi alam cukup dingin dimana sudah jarang pohon tinggi yang ada hanya semak semak yang kering akibat terbakar.</p>
<p>Sebagian anggota mencari air dilembah2 di sekitar Pos Gatakan, dan lokasi Mata air ternyata berupa sungai kecil disebuah lembah dipunggungan Gunung Sumbing yang bersumber dari daerah Kawah Watu Kotak, dimana awal dari mata air tersebut. Akan tetapi lokasi yang mudah mendapatkan air ya…di pos Gatakan ini.</p>
<p>Dan kami pun akhirnya memutuskan untuk bermalam diposko ini karena kondisi sebagian anggota termasuk saya sudah cukup lelah setelah 6 jam berjalan ditambah sejak dari Jakarta belum sempat beristirahat.</p>
<p>MUSIBAH HAMPIR TERJADI…..</p>
<p>Bermalam di Pos Gatakan tak akan pernah kami lupa dimana hamper terjadi Kecelakaan berupa meleduknya Kompor Gas Hicook yang menyambar Tenda Wanita yang sedang terlelap tidur, Alhamdulilah Puji Syukur Kepada Allah SWT, Musibah kebakaran tenda tidak melukai kawan2, hanya saja pakaian menjadi Hangus terbakar dan herannya lagi tenda yang sempat berkobar-kobar ternyata tidak terbakar sedikitpun, Subhannaullah. Dan ini menjadi pelajaran dimana rasa lelah membuat teman-teman mulai berkurang kewaspadaannya sehingga sangat tepat bila kami putuskan untuk bermalam disini.</p>
<p>Pagi hari pukul 5.30 suasana begitu sunyi dengan kabut tebal, samara-samar puncak Sindoro terlihat tepat di depan mata, seolah olah bagai lukisan raksasa tepat di depan mata kami.</p>
<p>Sarapan Mie rasa aneh ….., mengisi perut yang keroncongan sejak malam tadi. Tak lupa masak air sepuas – puasnya mumpung mata airnya dekat disini. Esktra Jos, Susu dan minuman energi kami siapkan untuk persiapan mengapai Puncak Sumbing.</p>
<p>Tepat pukul 9 pagi setelah sarapan dan minum kami pun tidak lupa mempersiapkan persiadiaan air masing2 orang membawa 2 liter air dan beberapa air cadangan termasuk cadangan air untuk Turun yang kami siapkan di lokasi tertentu.</p>
<p>Bismillah, bisik kami dalam hati, untuk memulai pendakian mencapai Puncak yang kelihatannya masih jauh. <img src="http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif?m=1306159265g" alt=":(" /></p>
<p>Perjalanan kami tidak semudah yang kami bayangkan karena dengan banyaknya rombongan perjalanan semakin lambat, apalagi tanjakan mulai menghiasi suasana perjalanan kami, malah tidak ada bonusnya sedikitpun. Huuh</p>
<p>Pos IV atau Pos Krendengan kami capai dengan waktu hamper 3 jam itupun sudah cukup bagus buat kami, perjalanan semakin terseok – seok dimana tanjakan – tanjakan semakin tinggi dengan kemiringingan yang sangat tajam di tambah jalur yang sangat sulit di lewati. (Hihihi jadi cerita serem nich)</p>
<p>5 jam sudah kami berjalan dengan kondisi fisik makin lemah ( waduh kok bisa lemah he he), akhirnya kami pun sampai di Pos Pestan atau KM V pada ketinggian 2437 Dpl. Di Pestan ini Jalur Lama dan Jalur Baru menjadi satu. Lokasi ini angin dan Kabut bagaikan teman selama perjalanan. Oleh sebab itu kita dilarang untuk berkemah disini karena sering terjadi badai antara Pos Pestan Hingga Pasar Watu. (katanya looh)</p>
<p>Kami berkumpul di sini sambil menunggu teman2 yang masih tertinggal dibawah sana, tidak lupa makanan kecil dan sedikit senda Gurai mewarnai istirahat kami di pestan ini, kami juga mengamati bahwa, G. Sumbing nampak gersang bahkan nampak Gundul yang ada hanya semak-semak yang gosong terbakar. Di Pestan ini pula kita bisa melihat jalur menuju Pos Pasir watu, jalan setapak mengikuti punggungan bukit dan jangan heran bila kita bisa meliahat Tanjakan-tanjakan yang lebih seru lagi….( He he he capek dech.)</p>
<p>S’telah berjuang dari tanjakan yang parah tadi kita sampai di pos Pasir Watu, di tempuh dengan waktu 2 Jam saja….. he he he he ngebut</p>
<p>Di pasir Watu kita bisa lihat batu besar berserakan dengan pemandangan sebuah Puncak palsu menjulang tinggi , dan kita pun harus berputar ke kiri untuk menuju pos Watu Kotak pada ketinggian 2763 dpl.</p>
<p>BONUS</p>
<p>Nah kalo tadi kita bicara tanjakan maka di Pasir Watu Kita di kasih sedikit Bonus malah ada turunan segala, untuk berputar menuju Watu Kotak. Selama perjalanan menuju watu kotak kita bisa menikmati pemandangan yang luar bisaa indahnya di mana kita bisa memandang luas ke berbagai arah, menariknya ada goa alam, tapi saya lupa nama Goanya, bila ada badai goa tsb bisa digunakan untuk berlindung, dan menurut petugas posko, di sini sering terjadi kecelakaan karena angin kencang dan ada pula pendaki yang jatuh ke dalam jurang yang dalam karena ceroboh. Maklumlah kabutnya tebel banget bro!</p>
<p>Pos Watu Kotak seperti namanya berdiri sebah batu besar bentuknya kotak, di sini angin cukup kencang dan bau belerang samara-samar terasa dihidung kami, dan ternyata saya cari tahu berasal dari sebuha kawah tepat di bawah watu kotak ini, di bawah jurang yang dalam mengepul asap belerang.</p>
<p>Di Watu Kotak ada beberapa anggota yang sakit karena lelah, team logistic dengan sigap membuat makanan hangat berupa mie instant dan minuman hangat laainnya. Cuaca di siang menjelang sore ini sudah  berkabut tebal, tapi terkadang terang dan kabut kembali lagi, sehingga cuaca sulit sekali di terka, saya hanya dapat menilai dari angin yang berhembus membawa kabut yang nampak jelas terlihat, bila kabut berwarna putih maka udara akan sangat dingin, dan bila kabut agak tebal dan hitam pasti hujan menguyur kami, walaupun hanya sebentar.</p>
<p>Angin di Sumbing memang cukup di kenal oleh para pendaki yang pernah berkunjung ke sumbung eh sumbing ini. Jadi jangan heran sambutan angin adalah khas dari gunung ini.</p>
<p>Setelah 15 menit menikmati hidangan serba instan rombongan kami meneruskan perjalanan dan kali ini rute yang kami lewati benar benar menanjak tak henti hentinya. Perjalanan rombongan ini pun agak tersendat-sendat tapi kami masih bisa saling komunikasi walaupun jarak agak jauh.</p>
<p>2 jam kami memasuki Tanah Putih atau KM VI, di sini memang tanahnya agak putih seperti tanah belerang berkapur, ini adalah pos terakhir mencapai puncak Sumbing, dan dari sini pun kami bisa melihat puncak Buntu menjulang tinggi pada ketinggian lebih dari 3000 dpl. Di lokasi ini kita bisa juga ngechamp tapi tanggung 2 jam lagi sampai puncak kok. Jadi kita lanjutin lagi perjalanan yang tidak habis-habisnya menanjak terus dan kali ini tanjakannnya makin gila, nyaris kami merayap seperti cicak he he he he, akan tetapi semangat kembali berkobar manakala puncak buntu sudah nampak di depan mata.</p>
<p>Setelah melewati Puncak buntu kita lanjutakn perjalanan kearah kanan menuju puncak Kawah, kalau dipuncak buntu kita tidak bisa bermalam ataupun mendirikan tenda maka kita harus menuju puncak kawah yang jaraknya sekita 1 KM dengan jalan yang sudah tak menanjak.</p>
<p>Puncak Kawah</p>
<p>Syukur alhamdulilah Rombongan kami tepat azan Magrib sampai di POS terakhir yaitu Puncak Kawah. Nah !!!!, kami pun sempat binggung untuk mendirikan tenda di puncak sebab arealnya sangat minim sekali. Paling-paling hanya 2 tenda saja. Dan kalo mau agak luas kita mesti turun kearah kawah dimana arealnya cukup lebar hingga mungkin bisa manampung ratusan pendaki, tapi kalo di Puncak Pass ini, yaa harus pinter – pinter bikin tenda, agar tidak terbawa angin yang cukup keras ditambah udara  dingin menyengat kulit kami.</p>
<p>Pagi-pagi sekali kami sudah bangun untuk melihat matahari terbit, tapi sayang kabut menutupi keindahan alam, karena cuaca memang kurang bagus dan kurang cerah, hingga jam 7 pagi kami hanya termenung tepat di atas batu pada ketinggian lebih dari 3370 dpl. Dengan rasa Syukur kami panjatkan kepada Allah SWT atas kesempatan menikmati keindahan alam yang tiada tara dan belum tentu semua orang di Muka Bumi ini bisa marasakan seperti apa yang kami rasakan disini. Subhannawlah,</p>
<p>Kembali Turun</p>
<p>Jam 10 Siang kami segera bergegas Turun Udara Dingin sangat terasa di tambah dengan panas matahari yang diam-diam menghanguskan kulit kami. 13 Jam kami menempuh Puncak, sedangkan turun kita hanya butuh 5 jam saja. Asik …J</p>
<p>Tepat Jam 3 Sore kami sampai di Desa Garung yang damai dan lapor sama petugas di sana dan nggak lupa sebagian kawan-kawan kami tinggal di base Champ Garung Karena sakit dan alhamdulilah teman2 sudah kembali Pulih.</p>
<p>Selamat Tinggal Desa Garung dan G. Sumbing kami mencarter Mobil Truk menuju Jogjakarta, dimana merupakan pos Terakhir kami menuju Jakarta. Sedangkan saya dan beberapa rekan malam ini juga harus lembali ke Jakarta. ( ditulis pada Tanggal 25 Des 2002)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gappala14.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gappala14.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gappala14.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gappala14.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gappala14.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gappala14.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gappala14.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gappala14.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gappala14.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gappala14.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gappala14.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gappala14.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gappala14.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gappala14.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gappala14.wordpress.com&amp;blog=27514649&amp;post=43&amp;subd=gappala14&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gappala14.wordpress.com/2011/11/04/pendakian-sumbing-6-%e2%80%93-10-desember-2002/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8af3e5fa2c6a7db9b50f8af0d35bd6d5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">komunitaspetualang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif?m=1306159265g" medium="image">
			<media:title type="html">:(</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Website Gappala (since 1998)</title>
		<link>http://gappala14.wordpress.com/2011/11/04/website-gappala-since-1998/</link>
		<comments>http://gappala14.wordpress.com/2011/11/04/website-gappala-since-1998/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Nov 2011 02:04:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>komunitaspetualang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gappala14.wordpress.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Mendaki gunung bukan hanya kegiatan milik mahasiswa atau pelajar yang biasanya menyebutkan jati diri mereka sebagai pecinta alam, kegiatan alam bebas atau dunia petualangan ini memang sangat menantang bagi siapa yang mengemarinya, tidak ayal lagi kelompok pecinta alam lahir dimana-mana. Walaupun kegiatan alam bebas identik dengan sebutan pecinta alam namun sesungguhnya ada perbedaan yang sangat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gappala14.wordpress.com&amp;blog=27514649&amp;post=41&amp;subd=gappala14&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mendaki gunung bukan hanya kegiatan milik mahasiswa atau pelajar yang biasanya menyebutkan jati diri mereka sebagai pecinta alam, kegiatan alam bebas atau dunia petualangan ini memang sangat menantang bagi siapa yang mengemarinya, tidak ayal lagi kelompok pecinta alam lahir dimana-mana.</p>
<p>Walaupun kegiatan alam bebas identik dengan sebutan pecinta alam namun sesungguhnya ada perbedaan yang sangat tipis yang terkadang sulit membedakan keduanya karena kedua-duanya bermain dialam dan mengukir cinta mereka disana.</p>
<p>Namun saya lebih senang menyebut sebagai pendaki seja, sederhana dan tidak membawa nama beban yang berat walupun didalam diri tetap bangga bila ada yang menyebut sebagai pecinta alam.</p>
<p>Tahun 1989 saya awal mengenal yang namanya pecinta alam,maklumlah nama itulah yang memang sangat enak didenger dimandingkan nama lainnya, entah ikut-ikutan atau ada alas an lainnya, tahun 1990 seorang teman memberanikan diri untuk mendirikan kelompok yang saat ini kami sebut sebagai gappala ditambah angka keramat yaitu 14 , jadilah gappala14 yang saya sendiri tidak tahu menahu berdirinya kelompok ini awalnya.</p>
<p><span id="more-41"></span>Kegiatan pertama kali adalah mengadakan latihan dialam bebas tepatnya di daerah bogor “curug luhur” disanalah sebagain anggota baru dimapras habis-habisan, pukulan dan gamparan ternyata mewarnai acara pelantikan tersebut, Alhamdulilahnnya saya nggak menjadi anggota peserta namun jadi salah satu mentor yang baik hati pada waktu itu </p>
<p>Acara diakhiri dengan proses balas dendam yang unik, setiap anggota boleh membalas dengan pukulan atau hukuman lainnya, tentunya macam-macam yang mereka lakukan termasuk main tanggan pun terjadi. Sialnya saya mendapatkan satu hukuman yang sampai hari ini nggak bisa dilupakan. Nggak usah disebutkanlah, namun hukuman tersebut menjadi kenangan yang manis.</p>
<p>Acara berakhir dengan damai dan akrab, tidak ada rasa dendam semua bisa tersenyum manis ditengah kelusuhan yang ada, namun kegiatan inilah pemicu bergabungnya berbagai pemuda disekitarnya hingga sampai-sampai diluar wilayah yang sudah ditentukan.</p>
<p>Mendaki gunung adalah salah satu kegiatan yang paling sering dilakukan oleh kelompok ini, hamper setiap liburan pasti ada saja manusia-manusia gappala mengunjungi gunung-gunung di Pulau jawa ini. Tidak heran bila mendaki gunungpun menjadi acara tahunan skedar ngumpul bareng atau sekedar rekreasi dengan alam.</p>
<p>Pengalaman masing-masing anggota memang tidak merata, solusinya pada waktu itu adalah membuat diktat yang dikumpulkan dari beberapa diktat milik pecinta alam lainnya, karena kebutulan sebagian anggota gappala memang adalah para mahasiswa maupun pelajar yang kebetulan menjadi salah satu anggota pecinta alam dikampusnya, jadilah diktat milik gappala yang terlalu formal sekali pada waktu itu.</p>
<p>Ditahun 1995 ide saya kepada kawan-kawan disambut baik dengan menuliskan pengalaman masing-masing anggota dalam bentuk kisah perjalanan mereka, setidak-tidaknya informasi mengenai jalur pendakian dan pengalaman mereka bisa dibaca oleh rekan-rekan lainnya, yg belum tentu mereka paham dengan segala teori dalam diktat yang dibacanya, melalui tulisan yg mereka buat jadilah seperti cerpen atau malah kadang-kadang seperti curhat disaat perjalanan mereka.</p>
<p>Sepertinya sayang bila tulisan-tulisan dari karya anak-anak ini hanya dibaca oleh kami, jadilah tahun 1997 sebuah situs yg pada waktu itu kami beri nama http://wdc.berawi.net yg isinya adalah pengalaman – pengalaman temen-temen digappala. Memang ada pertanyaan dari temen-temen kenapa menggunakan nama wdc, maklumlah pada waktu itu salah satu ketua pengurus salah satu pecinta alam dilingkungan sebuah kampus ingin nama itu saja yang digunakan. Wdc itu sendiri kepanjangan dari Wana Dian Cala salah satu satu kegitana mapala di Kampus ITBU Jakarta Timur.</p>
<p>Akhirnya selang tahun kemudian namanya kami rubah menjadi nama gappala, alamat masih disitus gratisan di program dengan menggunakan PHP di alamat http://gappala.f2s.com.</p>
<p>Tahun 1999 lagi-lagi perubahan besar-besaran dilakukan di situs gappala, perubahan konten dan bahasa pemrograman yang awalnya menggunakan php diganti dengan ASPnya microsoft, jadilah situs yang dikenal dengan nama http://pendaki.4-all.org situs ini beberapa kali sempat dibahas dibeberapa majalah computer dan juga majalah lainnya.</p>
<p>Namun sekali lagi situs tersebut dibuat hanya satu tujuan yaitu untuk berbagi pengalaman dan juga persahabatan. Dan tidak ada dalam hati kami mau pamer dengan apa yang telah kami lakukan. Insya Allah hingga situs yang anda baca saat ini, semoga Tuhan selalu meluruskan niat kami dalam pengabdian.</p>
<p>Tahun 2000 hingga tahun 2002 bermunculan tren baru yaitu mailing-list khusus mengenai kegiatan alam terbuka, dan tentu anggota gappala yang kebetulan punya akses internetpun ikut-ikutan gabung dengan milis tersebut, kalau tidak salah seperti milis pangrango awalnya hingga ke milis pendaki dan beberapa milis lainnya. Namun seiring waktu berjalan anggota-anggota gappala tidak terlihat lagi di beberapa milis tersebut. Tercatat oleh saya sekitar 15-20 orang anggota gappala yang pernah online dibeberapa milis tersebut.</p>
<p>Namun saya nyakin masih ada beberapa orang yang masih aktif walaupun tidak seaktif sebelumnya. Satu alasan yang kuat adalah karena perubahan pemikiran dan regenerasi yang lebih baru yang punya pandangan sendiri. Dan ditahun 2005 dibentulah kepengursan baru dari generasi terbaru yang lebih bebas dan terbuka, dan sekali lagi misi dan visi tetap sama, yaitu sebagai kegiatan pemuda yang bersifat masyarakat dan sosail jadi wajarlah kalau gappala tidak banyak ambil bagian dalam kegiatan diluar itu, walaupun ada atas nama pribadi masing-masing.</p>
<p>Melalui situs gappala.or.id ini kami dari gappala berupaya memberikan wadah bagi rekan-rekan secara umum dan terbuka bersama membangun pengetahuan, persahabatan dan berbagi pengetahuan. Dan tentunya situs ini akan sangat terbuka bagi siapa saja. Karena awal hingga akhir kelak situs ini tidak mampu bertahan kami tetap dalam misinya yaitu berbagi pengetahuan yang kita miliki, karena hanya ini yang baru bisa kami lakukan sejak tahun 1997 jadi inilah sumbangsih kami kapada segenap penggiat alam bebas dimanapun berada. Bagaimanapun juga kami tidak selalu hitam atau putih.</p>
<p>Note : Sejak Bulan Agustus 2007, gappala bekerja sama dengan Kioss.com untuk membangun situs ini, kioss.com yang di komandani oleh Luri darmawan telah menyiapkan suber daya berupa server untuk Hostnya gappala.or.id</p>
<p>Insya Allah situs ini akan tetap bertaham, amin</p>
<p>18 Juni 2006<br />
Ditulis oleh : Yanweka</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gappala14.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gappala14.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gappala14.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gappala14.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gappala14.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gappala14.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gappala14.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gappala14.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gappala14.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gappala14.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gappala14.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gappala14.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gappala14.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gappala14.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gappala14.wordpress.com&amp;blog=27514649&amp;post=41&amp;subd=gappala14&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gappala14.wordpress.com/2011/11/04/website-gappala-since-1998/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8af3e5fa2c6a7db9b50f8af0d35bd6d5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">komunitaspetualang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sepeda Santai Gappala Jakarta</title>
		<link>http://gappala14.wordpress.com/2011/10/31/sepeda-santai-gappala-jakarta/</link>
		<comments>http://gappala14.wordpress.com/2011/10/31/sepeda-santai-gappala-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Oct 2011 02:03:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>komunitaspetualang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gappala14.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Selamat atas terlaksananya acara Sepeda santai dengan Tema &#8220;Roda dua ku tak Berasap&#8221; yang diadakan oleh tim Gappala dalam rangka menyambut &#8220;Hari Sumpah Pemuda&#8221; Semoga sukses, dan Keberhasilan milik Kalian. Maju terus Pantang mundur Kawan-Kawan. tingkatkan selalu jiwa sportifitas dan kreatifitas yang positif dalam membangun bangsa (Esfimal Malau) &#160;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gappala14.wordpress.com&amp;blog=27514649&amp;post=33&amp;subd=gappala14&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat atas terlaksananya acara Sepeda santai dengan Tema &#8220;Roda dua ku tak Berasap&#8221; yang diadakan oleh tim Gappala dalam rangka menyambut &#8220;Hari Sumpah Pemuda&#8221; Semoga sukses, dan Keberhasilan milik Kalian.<br />
Maju terus Pantang mundur Kawan-Kawan. tingkatkan selalu jiwa sportifitas dan kreatifitas yang positif dalam membangun bangsa (<a href="http://www.facebook.com/n/?profile.php&amp;id=100000037638088&amp;mid=516e257G4b6e94c5G1f9986cG96&amp;bcode=dSXP3EpI&amp;n_m=gappala%40gmail.com">Esfimal Malau)</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://gappala14.files.wordpress.com/2011/10/img00593-20111030-0647.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-36" title="IMG00593-20111030-0647" src="http://gappala14.files.wordpress.com/2011/10/img00593-20111030-0647.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><a href="http://gappala14.files.wordpress.com/2011/10/img00632-20111030-0913.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-37" title="IMG00632-20111030-0913" src="http://gappala14.files.wordpress.com/2011/10/img00632-20111030-0913.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gappala14.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gappala14.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gappala14.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gappala14.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gappala14.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gappala14.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gappala14.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gappala14.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gappala14.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gappala14.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gappala14.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gappala14.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gappala14.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gappala14.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gappala14.wordpress.com&amp;blog=27514649&amp;post=33&amp;subd=gappala14&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gappala14.wordpress.com/2011/10/31/sepeda-santai-gappala-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8af3e5fa2c6a7db9b50f8af0d35bd6d5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">komunitaspetualang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gappala14.files.wordpress.com/2011/10/img00593-20111030-0647.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG00593-20111030-0647</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gappala14.files.wordpress.com/2011/10/img00632-20111030-0913.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG00632-20111030-0913</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pendakian Milis #pendaki ke Merapi 25-26 Dsember 2004</title>
		<link>http://gappala14.wordpress.com/2011/09/16/pendakian-milis-pendaki-ke-merapi-25-26-dsember-2004/</link>
		<comments>http://gappala14.wordpress.com/2011/09/16/pendakian-milis-pendaki-ke-merapi-25-26-dsember-2004/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Sep 2011 10:15:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>komunitaspetualang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gappala14.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Pendakian ini adalah pendakian yang dimotori oleh rekan-rekan milis pendaki Indonesia, diikuti oleh 24 peserta dari 4 kota, antara lain Jakarta, Yogja, surabaya dan solo. Dari Jakarta di bagi 2 kloter perjalanan antara lain “kloter Senen” yaitu Bang Nanda, Nhanha, Ryan(M_zikir), Rina, Dini dan Dody. “Kloter Jatinegara” terdiri atas Arinowo, mhama, Barak, Semi, Setia, Ipul, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gappala14.wordpress.com&amp;blog=27514649&amp;post=22&amp;subd=gappala14&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pendakian ini adalah pendakian yang dimotori oleh rekan-rekan milis pendaki Indonesia, diikuti oleh 24 peserta dari 4 kota, antara lain Jakarta, Yogja, surabaya dan solo. Dari Jakarta di bagi 2 kloter perjalanan antara lain “kloter Senen” yaitu Bang Nanda, Nhanha, Ryan(M_zikir), Rina, Dini dan Dody. “Kloter Jatinegara” terdiri atas Arinowo, mhama, Barak, Semi, Setia, Ipul, Gethuk, Baba, dan Yanweka. Kloter hanya sebutan kami, untuk menyebut groups yang bergabung di dalam team merapi saat itu.</strong></p>
<p>Meeting point yang telah ditentukan adalah Stasiun Tugu Jogjakarta. Tepat pukul 9 pagi kami berkumpul disana, ditambah seorang kawan dari milis Jejak Petualang yaitu Yusup Irfan yang turut bergabung dengan kami sekaligus menjadi guet kami selama perjalanan.<span id="more-22"></span></p>
<p>Setalah sarapan pagi lesehan di sebuah warung, kami langsung menlanjutkan perjalanan menuju kota selo, tidak kurang 2.5 jam sampai di kota yang sejuk ini dengan mobil carteran, dan hujan pun menyapa kami dengan lembut.</p>
<p>Di basecamp ini kloter dari solo dan surabaya belum terlihat, menurut kabar sms mereka masih dalam perjalan menuju selo. Kloter solo ini terdiri atas beberapa rekan Palimka dan satu dari surabaya yaitu kiskie.</p>
<p>Terdengar kabar via sms bahwa team yogja yaitu kabul dan badug yang mendaki melalui jalur bebeng sudah mendekati pos 4.</p>
<p>Bila kita simak sedikit tentang gunung merapi ini maka Gunung Merapi (2914 meter) hingga saat ini masih dianggap sebagai gunung berapi aktif dan paling berbahaya di Indonesia, namun menawarkan panorama dan atraksi alam yang indah dan menakjubkan. Secara geografis terletak di perbatasan Kabupaten Sleman (DIY), Kabupaten Magelang (Jateng), Kabupaten Boyolali (Jateng) dan Kabupaten Klaten (Jateng). Berjarak 30 Km ke arah utara Kota Yogyakarta, 27 Km ke arah Timur dari Kota Magelang, 20 Km ke arah barat dari Kota Boyolali dan 25 Km ke arah utara dari Kota Klaten.</p>
<p>Bilamana gunung ini menunjukan kedahsyatan erupsinya, masyarakat Yogyakarta dapat menyaksikan gumpalan asapnya yang berwarna putih kelabu atau kehitaman-hitaman mengepul keatas yang dari kejauhan nampak seperti timbunan bulu domba. Akan tetapi bilaman gunung itu dalam keadaan “tenang”, pesonanya demikian memukau, sehingga merangsang para remajayang ingin berpetualang mendaki gunung dan para pecinta olahraga mendaki gunung untuk menaklukan puncaknya.</p>
<p>Mendaki Gunung Merapi merupakan object wisata petualangan yang sangat menantang bagi para petualang yang ingin merasakan keindahannya. Untuk berpetualang disana anda dapat melalui beberapa jalur pendakian dari tingkat kesulitan yang tinggi hingga melalui jalur yang mudah, jalur pendakian tersebut antara lain melalui jalur pendakian bebeng (sebelah selatan) dan melalui Selo (sebelah utara).</p>
<p>Bagi yang kurang berminat melakukan pendakian sampai ke puncak masih dapat memuaskan hasrat hatinya untuk mengagumi kedahsyatan yang indah dari gunung Merapi ini, dari daerah Bebeng yang terletak lebih kurang 2 kilometer disebelah tenggara daerah Kaliurang, atau bisa juga melihat dari daerah Turi, lebih kurang 5 km disebelah barat daerah Kaliurang, jika ingin menyaksikan puncak Merapi dari kejauhan secara jelas, dapat digunakan teropong pengamat dari Pos Pengamatan Gunung Merapi di Plawangan.</p>
<p>Untuk mendaki gunung ini kita dapat melalui jalur pendakian yang paling mudah yaitu melalui jalur pendakian selo. Selo adalah sebuah kota kecil yang masuk ke dalam kabupaten boyolali. Dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat baik dari arah magelang maupun dari kota boyolali. Kota ini memikili kekhasan tersendiri karena udaranya yang sejuk dan dari sini kita dapat melihat dua buah gunung yang mengapit kota ini yaitu gunung merbabu dan gunung merapi.</p>
<p>kedua gunung tersebut dapat kita daki melalui kota ini dengan catatan untuk mendaki gunung merbabu lebih sulit dari selo karena jaurnya yang terjal, dan berbeda sekali dengan gunung merapi yang dapat kita tempuh hanya memakan waktu 5-6 jam menuju puncak.<br />
Sebelum mendaki alangkah baiknya anda melaporkan rencanan perjalanan anda ke basecamp pendakian yang letaknya tepat di pinggir jalan.</p>
<p>Selain itu di basecamp ini anda dapat menyiapkan segala perlengkapan yangakan dibawa, bila butuh pemandu anda juga dapat menemui banyak sekali pemanda yang siap mengantarkan anda.</p>
<p>3 jam perjalanan kita akan merasakan hutan yang sudah mulai gundul di kawasan ini, dengan jalan tanah bercampur akar-akar pohon, namum keindahan sekelilingnya sudah bisa kita nikmati yaitu sajian kota boyolali dan kota magelang dari kejauhan. setalah itu kita tidak akan menemui pohon yang tinggi dan angin mulai berhembus kencang, anda dapat melihat pemandangan yang sangat menakjupkan yaitu berupa hamparan batu hingga mencapai puncak garuda.</p>
<p>Hambaran batu dikenal dengan pasar bubrah atau pasarnya lelembut, untuk mencapai puncak kita dapat menempuh kurang lebih 1 jam melewati batu sediment bekas letusan gunung tersebut. Puncak Gunung merapi pada ketinggian 2914 Mdpl dengan pesona kawah yang masih aktif dan disana pula anda dapat melihat dan naik ke atas puncak garuda, tanah tertinggi di yogjakarta.</p>
<p>Ngecamp di Watu Gajah<br />
4 Jam perjalanan dari basecamp sampailah kami di watu gajah, di sini kami mendirikan tenda dengan terpaan angin yang cukup kencang. Dipilihnya watu gajah karena kondisi cuaca yang kurang mendukung untuk melanjutkan perjalan ke pasar bubrah, apalagi team solo dan surabaya masih jauh dibawah sana.</p>
<p>Tepat pukul 10 malam team solo dan surabaya sampai di camp, dan meraka langsung mendirikan tenda dan langsung bobo.</p>
<p>Pagi Muncak<br />
Setalah berfoto-foto ria dan sarapan pagi, kami langsung melanjutkan perjalanan menuju puncak, seluruh team kecuali bang ryan saja yang tetap tinggal di tenda untuk menyediakan makan siang.</p>
<p>Sejak di pasar bubrah saya dan barak melihat jalur yang lumayan terjal<br />
maka itulah saya sengaja informasikan ke kawan barak untuk mengawasi rekan-rekan khususnya cewek, terutama kiskie, dini, dan setia (nhanha juga dech).</p>
<p>Bertemu dengan kabul cs<br />
Sebuah tenda biru tidak jauh dari puncak disanalah team yogja mas kabul dan badung ngecamp tadi malam, Sedangkan posisi saya nggak jauh – jauh dari bang nanda, hanya saja sewaktu ketemu dengan mas kabul …, posisi saya sudah ada di atas sayap kiri…., dan saya sempet jabat tangan dengan kalian…., dan aku<br />
langsung ngeloyor krn melihat setia ….semakin ke kanan …(salah jalur) dan barak teriak-teriak “kiri-kiri”</p>
<p>diPuncak<br />
1 Jam berjalan santai sampailah di puncak garuda dengan asap belerang yang mengepul dari sela-sela batu membuat sesak nafas, namun tak menghalangi kami untuk berfoto-foto. Dan tentunya yang utama adalah mengucapkan rasa syukur krn masih bisa diberikan kenikmatan menikmati puncak garuda Gunung Merapi.</p>
<p>Selepas berfoto-foto di puncak saya, barak dan ipul sengaja menjadi juru<br />
kunci alias paling buncit…krn jempol kaki kanan terasa nyeri akibat<br />
keseleo…, di temani barak dan ipul kita sempet mandi uap SPA dari uap<br />
yang keluar dari sela-sela batu dikawasan puncak merapi ini.</p>
<p>Sampai di basecamp tenda barulah saya bisa berbincang-bincang dengan mas<br />
kabul dan mas badun9, sambil mendengarkan cerita kalian yang agak<br />
menyeramkan itu…, waktu jualah yang tidak menyempatkan kita untuk<br />
ngobrol-ngobrol lebih lama…, krn kitapun harus mengejar kereta api<br />
sore ini juga…, krn sebagian teman2 harus bekerja pagi harinya.</p>
<p>Terima kasih atas cerita pengalaman kalian, walaupun pertemuan kita<br />
hanya sesaat semoga tali persahabatan ini semakin erat…, dan mohon<br />
maaf bila kami memiliki ke alfaan yang kurang berkenan sewaktu disana.</p>
<p>Terima kasih atas persabatan dan perjalanan yang indah ini. (yanwk/gappala14/milispendaki).</p>
<p>Dan bagaimana kabul dan badung melewati jalur bebeng yang agak terjal dibawah ini kabul akan menceritakan untuk anda.</p>
<p>From: keranda mayat baloengnom16@yahoo.com<br />
Yogyakarta akhir akhir ini sepanjang hari hujan, deras. Jalanan sekitarku kerap<br />
digenangi air setinggi lutut yang sering buat motor mogok. Siang yang mendung<br />
itu, usai hujan dibawah guyuran gerimis kami mencari 4 dirigen 2,5 liter. Saat<br />
ditanyakan oleh ibu penjual dirigen, kami bilang, “Mau buat perjalanan bu, ke<br />
Merapi”.</p>
<p>Lantas ibu itu bilang, Merapi lagi status siaga dik, liat aja di koran<br />
Merapi kemarin, waktu kita cari, ternyata korannya gak ada. Aku tertegun, kaget,<br />
dan bertanya tanya, kalaupun iya, kami harus membatalkan perjalanan. Melihat<br />
kondisi sekarang ini, puncak yang sering diguyur hujan akan meningkatkan<br />
aktifitas kawah yang semakin mengepulkan asap pekat dan tebal.</p>
<p>Ibu itu bercerita panjang lebar, tentang Merapi, tentang mistis Jogja, tentang<br />
aktifitas gaib yang sedang “marah”, kata ibu, “Saat ini alam lagi panas dik,<br />
alam yang nggak keliatan dan yang keliatan, tapi kebanyakan orang nggak<br />
percaya”, cuaca lagi nggak ramah, dan gaib lagi marah karena tempat tempat<br />
mereka diganggu, liat sendirikan, acara acara di TV yang banyak menampilkan<br />
pencarian penampakan, dsb, dsb.” “Adik dari mana? Semarang bu, klo Smg atau dari<br />
Jogja insyaAllah dilindungi,” he he.</p>
<p>Aku bilang, sudah pernah ketemu mbah<br />
Marijan kok bu, juru kunci Merapi, ntar kita juga ijin dulu kesana. Ibu itu<br />
terus bercerita, sementara kita sudah ingin pulang ke kos <img src="http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif?m=1307319478g" alt=":(" /> , akhirnya kami<br />
minta restu dan doa dari ibu ibu yang berumur sekitar 60-an, di doakan euy,<br />
lumayan dapat petuah bijak.</p>
<p>Seharian itu hujan, belanja logistik, terus packing buat perjalanan besok, saat<br />
cari logistik, aku lihat di koran KR, status Merapi aktif normal, angin di<br />
sekitaran puncak tenang, bertiup dari selatan ke barat daya. Cukup aman, kurasa.</p>
<p>Hari Jumat, kliwon, kita sampai di desa Kinahreja, ntah, hari hari mendekati<br />
perjalanan kami selalu bertemu dengan orang tua, dan kebanyakan dari mereka<br />
memberi senyum yang sangat ramah, membuat perjalanan yang menegangkan ini terasa<br />
jelas kutatap, meski cuaca sebenarnya disinipun tak pernah lepas dari hari<br />
gelap, mendung, dan hujan,</p>
<p>ketemu mbah Marijan, mbah sempat khawatir juga, tapi<br />
dengan gaya bicaranya yang khas, tenang dan menyejukkan, senyum lagi, “Adik<br />
sudah pernah kesini? mbah percaya aja sama kalian, asal.. “, sebelum selesai<br />
bicaranya aku ngomong sama mbah, ntar kalo cuacanya nggak memungkinkan kami<br />
nggak meneruskan kok mbah, paling nggak itu bisa membuat beliau tenang.</p>
<p>Lepas dari jam satu siang, setelah hujan deras, sisa sisa gerimis, kami mulai<br />
perjalanan menuju campIV, camp tertinggi di lereng selatan. 1 jam pertama menuju<br />
CampI sempat sinar matahari muncul, menuju campII, dst keadaan gelap, turun<br />
hujan lagi, basah.. basah.. , sampai di CampIV, pukul 17.30. Buka tenda di lahan<br />
yang sempit dan miring, carrier dijadikan alas untuk mengurangi kemiringan<br />
tenda.</p>
<p>Sabtu pagi, pukul 08.00 kita lanjutkan perjalanan ke arah Puncak Utara (Garuda).<br />
Langsung mendaki dan menyisir ke timur. Setiap tikungan dan tanjakan kami beri<br />
marker merah, setiap jarak yang hilang jangkauan pandangan karena kabut, kira<br />
kira 5 meter. Di tempat yang tak terjangkau karena tebing, agar tak kehilangan<br />
jejak, seandainya terjadi hal hal yang memaksa kita turun.</p>
<p>Perjalanan kita dibelah jurang tebing, naik lagi ke atas ke hulu lembah,<br />
melintas di slab berkemiringan 70 derajat, dengan carrier 90liter di pundak,<br />
enak tenan. Kami tak mungkin memanjat tebing setinggi 20meter itu, agak turun ke<br />
bawah, carrier ditanggalkan, kemudian memanjat memasang anchor(tambatan tali) di<br />
batu tebing. Dengan berpegangan pada webbing(tali pita) kita melewati suatu<br />
bentuk patahan tipis dan retak.</p>
<p>Cuaca saat itu kabut namun kadang jarak pandang bisa mencapai puluhan meter ke<br />
sekitar lereng. Membuat perjalanan ini terasa lancar lancar saja, dan kitapun<br />
tertawa.. haa haa. Sampai di tepi batas punggungan mulai mendaki ke Puncak.<br />
Terjal, batu batuan semakin rapuh dan mudah longsor, langit di atas cuman<br />
setinggi kepala, gelap bagai malam, kabut menyergap dari segala penjuru,<br />
diliputi asap belerang yang tebal. Tak terasa di depanku sebuah tebing<br />
menjulang, ketika melongok ke kiri, disamping tebing itu lereng berwarna kuning<br />
kehijauan mengepulkan asap pekat berbau menyengat.</p>
<p>Sejenak kami di balik tebing, bertanya tanya pada kabut dan cuaca, akankah kita<br />
melewatinya? Pandangan tak mungkin tersingkap, maksimal satu dua meter. Ternyata<br />
tak ada pilihan lain, sebelum kami terjebak lebih lama di balik tebing ini, air<br />
bekal kami gunakan untuk membasahi kain untuk masker pernafasan. Aku bilang ke<br />
rekanku, “Kamu cepat ikuti aku,</p>
<p>jangan berhenti dan terus mendaki, tak berpikir<br />
panjang, langkahku dimentahkan belerang rapuh itu, panas, beberapa kali pijakan<br />
hancur karena rapuhnya medan terjal itu, akhirnya usaha yang kulakukan berhasil<br />
juga, diikuti badun9, nafas terlanjur dipenuhi asap sesak dan menyakitkan di<br />
paru paru. Akhirnya aku berdiri di puncak tebing, lahan bebatuan disamping<br />
ladang belerang. Helipad lebar. Tampak beberapa seismograf yang menunjukkan<br />
posisi kami sudah dekat ke arah puncak, namun tak terlihat apapun, kecuali tanah<br />
yang kita pijak. Kemana arah kawah mati? Kabut semakin dingin, gelap gulita, aku<br />
putuskan menunggu beberapa detik menunggu jarak<br />
pandang melebar.</p>
<p>Sampai akhirnya, kami coba melangkah satu dua meter meraba kondisi medan. Aku<br />
ingat jalan ke bibir kawah mati cenderung menurun. Masih ragu ragu, kita hanya<br />
berhenti memandang kegelapan kabut, kulemparkan dua batu besar untuk mengetahui<br />
mana jurang kawah mati. Dalam kekacauan ini terlihat setumpukan batu, kemudian<br />
bendera orange pendakian anak anak TWKM kemarin, kami bisa menentukan arah<br />
perjalanan. Jurang kawah mati di depan mata,</p>
<p>tapi kami tak sanggup melangkah<br />
kecuali hanya menahan dingin dan menahan nafas akibat asap kawah.<br />
Terjebak ntah berapa menit, samar samar tampak sebuah kabel hitam, aku ingat,<br />
pendakianku dulu mengikuti kabel karet ini, “Ini jalannya,” tanpa ragu lagi kita<br />
menyisir bibir kawah selebar satu meter yang mendaki, melewati sumur uap yang<br />
tampak mengerikan, dihantam kabut dan angin kencang.</p>
<p>Sampai di jalur lereng puncak dari arah utara. Istirahat sebentar, hampir pukul<br />
14.30. Carrier kami tinggal dan segera mendaki 5menit ke puncak Utara, cuaca<br />
semakin tdk menentu, gerimis, ambil dua foto, dan langsung turun ke arah<br />
carrier.<br />
Segera memakai raincoat kemungkinan akan terjadi hujan badai. Kami melanjutkan<br />
perjalanan turun ke arah pasar Bubrah, tapi diguyur hujan deras, disertai petir.<br />
Segera lereng ini menjadi aliran air yang mengalir deras, pemandangan yang<br />
sangat indah, bagai di tengah riak jeram, namun keadaan tak memungkinkan untuk<br />
mengambil kamera.</p>
<p>Kami tetap berjalan ditengah guyuran hujan, sesekali merunduk sejenak saat<br />
kilatan petir menyambar. Kami berjalan menepi ke tebing tebing yang sepintas<br />
seperti air terjun yang mengucurkan air melimpah. Tanpa sengaja kutemukan<br />
cerukan tebing menjorok ke dalam, disana kami cukup mendapatkan perlindungan<br />
dari hujan deras. Menunggu hujan reda, akhirnya kami putuskan flycamp di atas<br />
batuan tebing ini.</p>
<p>Hari mulai sore, cuaca semakin membaik, namun kabut masih menyelimuti.<br />
Melewatkan malam minggu di lahan sempit miring di lereng bawah puncak. Menunggu<br />
kabar teman dari Jakarta, esp. Gethuk “Truwelu”. Paginya, meski matahari tak<br />
bersinar secerah dan sepanas yang kami inginkan, bekal basah kami keringkan di<br />
atas bebatuan, sambil menunggu sms dari Geth, sesaat kemudian Hp berdering, Geth<br />
mengabarkan, teman teman dalam perjalanan ke Puncak dari bawah pasar Bubrah,<br />
“Ok, tak tunggu pak, Selamat Mangkat” jawabku singkat.:)~</p>
<p>Pukul berapa, aku lupa, melewati kami dua orang ke puncak, kemudian beberapa<br />
saat lagi, lewat tiga orang, aku tanya salah satu dari mereka, “Dari mana mas?”,<br />
dia jawab, “Pathuk, ngantar teman dari Jakarta”, Kemudian aku tanya lagi ce di<br />
belakangnya, “Dari Jakarta mbak, yah, ada yang namanya Gethuk??” Dia melewati<br />
kami terus berhenti di depan, “Oh ini khabul yah”, perkenalan dengan mbak</p>
<p>Nhanha, disusul rombongan di belakangnya dari anak anak Gappala, teman teman<br />
Palimka, andri, agus, dst, dan ketemu dengan abang kita, bang Nandha <img src="http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif?m=1307319478g" alt=":)" /> ,<br />
kemudian ntah urutan mana yang benar, Arief Gethuk, Rina, Dodi, Kiskie, oh iya,<br />
Dini, terus.. dst, perkenalan, salam salaman kemudian mereka ke puncak.<br />
Beberapa saat setelahnya suasana kabut kemudian gerimis, sebentar kemudian kita<br />
selamatkan barang barang terus packing Carrier.<br />
Kita sama sama turun ke pasar Bubrah, dan seterusnya ke Basecamp Selo.<br />
Tak terasa kaki kami melangkah menjauh tebing yang beberapa hari ini menemani<br />
dan menjadi naungan kami, jauh dari getaran getaran kaki manusia di Puncak yang<br />
sunyi.</p>
<p>thx to: mbah Marijan, mbah mbah yang telah memeberi kami nasehat dan restunya,<br />
dan terutama kepada Allah Swt yang memberikan langit-Nya untuk dinikmati, dan<br />
teman teman semua, haa haa ,.,</p>
<p>Team Jakarta mengucapkan terima kasih kepada seluruh team Palimka, Team Jakarta, team Jogja. Semoga perjalan ini menjadikan kita lebih arif dan bijak, persaudaraan dan persahabatan adalah ikatan murni yang tertuang di dalam jejak-jejak langkah yang tertinggal di puncak sana.</p>
<p>Yanweka(gappala14-milisPendaki)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gappala14.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gappala14.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gappala14.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gappala14.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gappala14.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gappala14.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gappala14.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gappala14.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gappala14.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gappala14.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gappala14.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gappala14.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gappala14.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gappala14.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gappala14.wordpress.com&amp;blog=27514649&amp;post=22&amp;subd=gappala14&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gappala14.wordpress.com/2011/09/16/pendakian-milis-pendaki-ke-merapi-25-26-dsember-2004/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8af3e5fa2c6a7db9b50f8af0d35bd6d5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">komunitaspetualang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif?m=1307319478g" medium="image">
			<media:title type="html">:(</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif?m=1307319478g" medium="image">
			<media:title type="html">:)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menggapai Atap-atap Dunia</title>
		<link>http://gappala14.wordpress.com/2011/09/16/menggapai-atap-atap-dunia/</link>
		<comments>http://gappala14.wordpress.com/2011/09/16/menggapai-atap-atap-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Sep 2011 10:12:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>komunitaspetualang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gappala14.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini pernah di terbitkan oleh majalah komputer aktif sekitar tahun 2004, salah satu situs yang di angkat adalah situs gappala. semoga tetap bermanfaat buat kita semua. Masa liburan sekolah/kuliah memang enak diisi kegiatan. Apalagi kalau kegiatan itu memang kegemaran Anda. Anda kaum muda yang suka berkegiatan di alam bebas, pasti deh memilih wilayah pegunungan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gappala14.wordpress.com&amp;blog=27514649&amp;post=19&amp;subd=gappala14&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<h2><strong>Tulisan ini pernah di terbitkan oleh majalah komputer aktif sekitar tahun 2004, salah satu situs yang di angkat adalah situs gappala. semoga tetap bermanfaat buat kita semua.</strong></h2>
</div>
<div>
<p>Masa liburan sekolah/kuliah memang enak diisi kegiatan. Apalagi kalau kegiatan itu memang kegemaran Anda. Anda kaum muda yang suka berkegiatan di alam bebas, pasti deh memilih wilayah pegunungan atau rimba raya sebagai daerah tujuan. Apalagi Anda yang tergabung dalam organisasi kepencintaalaman di sekolah atau perguruan tinggi, tentunya sudah merencanakan perjalanan yang penuh tantangan, entah mendaki gunung, memanjat tebing, menelusur gua, atau yang lain.<span id="more-19"></span></p>
<p>Nah, kalau Anda sendirian dan tidak ada teman yang “jago” yang bisa diajak naik gunung, tak perlulah mengurungkan niat Anda yang bergelora itu. Satu cara yang bisa ditempuh adalah mencari informasi terlebih dahulu tentang gunung yang ingin Anda daki, supaya Anda tak menemui kesulitan kelak.</p>
<p>Situs Anak Gunung<br />
Situs lokal pertama untuk pendaki gunung, di antara situs lain yang jumlahnya memang sedikit, adalah www.azimuth.or.id. Oleh webmaster-nya, situs ini didirikan karena kecintaan mereka akan aktivitas pendakian ke atap-atap dunia.</p>
<p>Dan hasilnya, website ini menjadi sebuah situs informasi aktivitas pendakian gunung di Indonesia. Konsep yang ditawarkan situs ini adalah sebagai portal yang mampu memberikan informasi, sarana komunikasi, hiburan sekaligus shopping alat-alat pendakian gunung.</p>
<p>Menu yang tersedia di situs yang dominan biru ini cukup beragam, meski masih terbatas soal datanya. Di sini ada referensi mengenai metode pendakian gunung, tip-tip bagi pendaki, forum diskusi antarsesama pehobi, beragam direktori yang terkait dengan kegiatan ini, sampai daftar dan info tentang gunung se-Indonesia. Bahkan daftar barang-barang dasar yang mesti Anda bawa selama melakukan pendakian tersedia pula di sini.</p>
<p>Jadi, Anda tak perlu bingung atau takut kelupaan. Oh ya, Anda juga bisa menikmati e-mail gratis dan fasilitas chatting yang disediakan situs tersebut di IRC #pendaki di DalNet. Mengenai fasilitas, situs yang satu ini bisa dibilang cukup lengkap, setidaknya dalam hal informasi bagi para pendaki.</p>
<p>Komunitas Gappala<br />
Situs ciamik khusus pencinta alam lainnya yang bisa dijenguk adalah situs pencinta alam milik Karang Taruna Cipinang Muara Jakarta, yang beralamat di www27.brinkster.com/gappala (Gappala.or.id -red). Menu info pendakian gunung cukup lengkap tersedia.</p>
<p>Di situ ada cerita jelajah tentang cerita seputar kegiatan alam bebas yang menarik dari pengalaman anggota Gappala, info jalur pendakian gunung, beragam tip pendakian, link beragam situs pendakian, info data klub pencinta alam, polling, dan juga satu menu hiburan khusus: zodiak!</p>
<p>Klub Pencinta Alam<br />
Informasi tentang gunung dan pendakian sebenarnya juga bisa dilongok pada situs-situs perkumpulan pencinta alam. Meski tak banyak, tapi lumayan untuk dibaca sebagai pengetahuan.</p>
<p>Situs pertama klub pencinta alam yang pantas Anda sambangi adalah highcamp.tripod.com. Lumayan lengkap juga fasilitasnya di sini. Ada info untuk trekking, climbing, caving, camping, sampai rafting. Website dua bahasa, Indonesia dan Inggris, ini menyedaikan beragam tip, survival guide, panduan untuk pemula, hingga jual-beli peralatan gunung.</p>
<p>Mungkin Anda yang pencinta alam sering mendengar mengenai tim Mapala UI. Klub pencinta alam Universitas Indonesia yang pernah menjelajah sampai Pegunungan Himalaya ini, bisa Anda kunjungi di MapalaUI online yang beralamat www.mapalaui.org.</p>
<p>Yang bisa Anda manfaatkan di situs ini selain informasi umum mengenai apa itu Mapala UI, adalah berbagai artikel mengenai pendakian gunung serta jalur-jalur gunung yang pernah dilalui oleh tim-tim Mapala UI.</p>
<p>Klub lain yang punya situs adalah pencinta alam dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta, yang beralamat di www.palawa-uajy.org. Situs apik ini meski banyak berisi profil Palawa sendiri, namun ada fasilitas warta yang berisi informasi-informasi mengenai pendakian dan segala jenis kegiatan pencinta alam lainnya, seperti penelusuran gua, arung sungai, dan semacamnya.</p>
<p>Masih banyak situs semacam ini. Ada beberapa yang bisa dikunjungi seperti:</p>
<p>* www.stormpages.com/tantapala<br />
* www.geocities.com/mapala09uh<br />
* www.khaniwata.itgo.com<br />
* www.geocities.com/everestamedia<br />
* kalvares.tripod.com<br />
* members.tripod.com/~stemdapala<br />
* geodipa.8m.com<br />
* dapala.4t.com/links.html<br />
* www.geocities.com/tnb_39<br />
* www.mapalaya.org</p>
<p>Berita dari Everest<br />
Jajaki pula beragam situs para pendaki gunung yang berada di luar negeri. Coba tebak, gunung apa yang paling menantang para pendaki gunung di dunia? Benar, Gunung Everest yang berada di kawasan Pegunungan Himalaya.</p>
<p>Anda bisa tahu banyak tentangnya, atau pun Anda bisa mendapatkan beragam teknik mendaki dari para pendaki kelas dunia, di www.everest news.com. Banyak berita dan cerita pendakian gunung disajikan di sini. Jika Anda ingin belajar banyak mengenai pendakian, bisa klik menu Education yang disediakan situs ini.</p>
<p>Panduan bagi pencinta alam juga bisa dilihat di www.mountainguides.com. Situs yang diasuh oleh tiga pendaki profesional kelas dunia ini punya banyak fasilitas pula. Bukan sembarang panduan. Panduan ini berasal dari artikel-artikel yang ditulis oleh para pendaki gunung kelas wahid.</p>
<p>Mau tahu tentang gunung-gunung yang menarik untuk didaki di seluruh dunia? Coba kunjungi www.summitpost.com. Di sini Anda dapat mengail beragam info tentang gunung secara detil. Dari foto, ketinggian, kondisi gunung, sampai cara menuju ke lokasi gunung tersebut, tersaji lengkap.</p>
<p>Info tentang gunung-gunung di Indonesia pun tersedia. Tidak cuma itu, menu lainnya seperti info peralatan pendakian terbaik, belanja online, dan laporan perjalanan, juga ada.</p>
<p>Situs lain yang kiranya perlu Anda klik adalah www.mountainzone.com. Segala jenis kegiatan olahraga terkait dengan gunung tersedia komplet. Anda bisa menyaksikan beragam foto bagus tentang aktivitas para pendaki di situs ini, selain juga menu-menu artikel bermanfaat lainnya.</p>
<p>Kurang puas juga dengan informasi yang telah Anda peroleh? Anda bisa kunjungi situs-situs lainnya seperti:</p>
<p>* peakware.com<br />
* www.mnteverest.net<br />
* www.todd skinner.com<br />
* www.americas roof.com/world.html<br />
* ultralight-hiking.com/home.html</p>
<p>Dengan mengeklik beragam situs tadi, tentulah pengetahuan Anda tentang kegiatan di alam bebas bertambah. Lumayanlah buat tambah-tambah bekal.</p>
<p>Namun untuk pergi sendirian mendaki gunung, lebih baik Anda pikir ulang lagi, lebih-lebih bila Anda tak begitu cukup pengalaman untuk melakukannya. Jangan sampai kenekatan Anda bikin tim SAR kerepotan.</p>
<p><strong>Source : Majalah Komputer Aktif</strong></p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gappala14.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gappala14.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gappala14.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gappala14.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gappala14.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gappala14.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gappala14.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gappala14.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gappala14.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gappala14.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gappala14.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gappala14.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gappala14.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gappala14.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gappala14.wordpress.com&amp;blog=27514649&amp;post=19&amp;subd=gappala14&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gappala14.wordpress.com/2011/09/16/menggapai-atap-atap-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8af3e5fa2c6a7db9b50f8af0d35bd6d5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">komunitaspetualang</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
